Sorry. The person you're trying to reach is currently unavailable.

She's in the middle of meeting with her client ...

... to pitch the advertising plan her team has made.

Here is her name card.

Drop her a hi on e-mail for business inquiry.
Greet her on personal KaTalk account for personal matters.

YISOO, SOHN.


Account Executive


✧

Name: Sohn Yisoo (μ†μ΄μˆ˜)
Date & Place of Birth: Seoul, 30 April 1995
Age: 25 (Korean)
Nationality: Korean
Marital status: Single
Residency: Gangnam citizen
Address: Cheongdamdong 2-002
Job: Account Executive
Workplace: Leo Burnett Korea

❯

Leo Burnett Korea memutuskan untuk memindahkan kantor dari Junggu district ke kota Gangnam.

Headline berita yang terpampang pada salah satu majalah pemasaran terbaik di seantero Korea Selatan pada bulan Januari lalu itu meninggalkan senyum. Sebanyak rasa senang yang memenuhi dada, Sohn Yisoo memeluk majalah itu erat-erat. Meski Yisoo sudah jauh lebih dahulu mengetahui tentang kepindahan kantor ini, antusiasme perempuan ini tentang Gangnam tetap tidak dapat terkalahkan.

Gangnam adalah kota impian semenjak semasa ia kecil. Tidak, lebih tepatnya lokasi tinggal impian, karena saat itu Gangnam masih menyatu menjadi salah satu distrik di kota Seoul. Yisoo selalu takjub menatap sang ibu yang bekerja di Gangnam National Hospital. Perempuan itu dengan gigih berangkat lebih awal supaya mendapat tempat untuk tiba di rumah sakit tepat waktu. Sehingga pada dasarnya, Ma Yijung adalah inspirasi terbesarnya.

Ma Yijung terlahir dan dibesarkan di Seoul oleh keluarga dokter. Jika banyak orang mengetahui adanya keluarga dokter karena drama di televisi atau cerita yang melekat pada tokoh novel tertentu, Yijung (dan Yisoo) mengalaminya sendiri. Tidak ada satu orang pun lepas dari bidang kesehatan, semenjak generasi Ma terdahulu selalu menjadi tabib semenjak semenanjung Korea dipisahkan oleh perang. Itu sudah lama sekali. Tidak banyak yang menolak untuk menjalani karir di bidang yang sama karena pada generasi Yijung dan sebelum Yijung lahir, hukum untuk patuh pada orang tua adalah hal mutlak. Tidak banyak yang memusingkan hal itu, begitupun Yijung. Justru, Yisung sangat menikmati pekerjaan itu. Mungkin banyak orang akan menemukan pemikirannya agak aneh, tetapi Yisung menyukai fakta bahwa ketika seseorang jatuh sakit, seseorang itu akan menemukan titik balik. Seseorang yang sakit cenderung memiliki waktu untuk merenung mengenai apa yang telah dilakukan dan apa yang harus diperbaiki. Seseorang yang sakit dapat mengetahui siapa saja yang peduli dan sekedar datang di masa butuh. Seseorang yang sakit dapat mensyukuri kala ia sehat.

Ketika sebagian besar teman sekolah menengahnya berambisi tinggi untuk mendapat kursi di top 3 universitas di Korea Selatan (SKYγ…‘Seoul National University, Korea University dan Yonsei University), Yijung memiliki target University of California, Los Angeles (UCLA) untuk mempelajari ilmu kedokteran. UCLA memiliki David Geffen School of Medicine yang selalu berada dalam sepuluh besar sekolah kedokteran terbaik di Amerika. Yijung bukan yang pertama dari keluarga Ma, banyak paman yang telah menjadi alumni UCLA.

Yijung bertemu dengan Sohn Yongchul sebagai sesama warga Korea yang tinggal di kota Los Angeles. Yongchul memerlukan banyak inspirasi untuk buku barunya dan proses risetnya perlu membawa dirinya ke kota itu. Sebab Yongchul perlu menghimpun beberapa data dari seorang mahasiswa yang tengah melakukan penelitian yang Yongchul sponsori, Yongchul dan Yijung bertemu di sebuah bangku di bawah pohon. Bermula dari tukar cakap mengenai cuaca dan hubungan keduanya semakin dalam karena berhasil menemukan sosok untuk menemani hari-hari.

Tidak seperti keluarga dokter seperti pada cerita fiksi, keluarga Yijung tidak sama sekali menolak Yongchul sebagai menantu, terlepas dari profesinya. Keduanya menikah di tengah studi Yijung dan sepakat untuk tidak memiliki anak hingga Yijung menyelesaikan pengambilan spesialisasinya yang juga diselesaikan di UCLA. Sayangnya, rencana itu tidak berjalan sesuai rencana karena Yijung dinyatakan hamil pada lima bulan pasca pernikahan. Hanya saja, rencana keduanya tentang anak tidak benar-benar 'hancur' karena kandungan itu pada akhirnya digugurkan sebab janin meninggal dalam usia enam bulan.

Yijung dan Yongchul kembali ke Korea Selatan setelah Yijung berhasil menamatkan rangkaian pendidikannya. Yijung menjalani kehamilan kedua tatkala sedang sibuk menjalani beberapa tes pengukuhan dan proses permulaan Yijung bekerja di Gangnam National Hospital. Kekhawatiran akan keguguran yang mungkin terjadi kedua kali membuat Yijung mengubah drastis pola hidupnya. Kendati banyak yang harus dilakukan, Yijung berusaha untuk selalu menemukan spasi untuk dirinya sendiri. Mengembalikan mood dengan bersantai sejenak dan berbicara dengan janin, sesuai dengan saran keluarga besarnya. Hasil baik dituai kemudian, Yijung menyambut anak perempuannya ke dunia dengan nama yang telah lama ia siapkan. Sohn Yisoo.

❯

Account Executive adalah pekerjaan yang sama sekali tidak pernah dimengerti oleh keluarga Ma. Tipikal generasi baby boomers yang belum mendapat banyak pengaruh dari perkembangan teknologi, keluarga besar Ma menganggap pekerjaan Account Executive bukan pekerjaan yang mulia, layaknya pekerjaan mereka.

Yijung dan Yongchul telah membangun mentalitas Yisoo sejak awal, untuk melakukan apapun sesuai panggilan hati. Karena keduanya telah memperkirakan hal seperti ini akan terjadi. Yongchul memang tidak mendapat penolakan dari keluarga Ma, akan tetapi setiap pertemuan keluarga, pembahasan tentang bagaimana akan lebih sempurna apabila Yongchul juga berkarir di bidang kesehatan.

Kendati selalu meyakinkan Yijung dan Yongchul bahwa dirinya baik-baik saja, tiap pertemuan keluarga usai, Yisoo tak dapat memungkiri bahwa dirinya tidak bisa sepenuhnya mengabaikan itu. Ambisi mulai muncul dalam dirinya. Bukan untuk membuktikan diri, akan tetapi untuk tidak membiarkan anaknya nanti untuk menjadi dokter. Itu Yisoo masa sekolah menengah. Sahabatnya, Won Ahjung selalu mengomel apabila Yisoo mulai mengucap janji pada diri sendiri untuk tidak membiarkan anaknya menjadi dokter. Konyol, jika diingat kembali.

Sohn Yisoo adalah sosok yang cukup galak dan tempramental pada sesuatu yang tidak ia sukai, entah secara langsung atau tidak. Tetapi Won Ahjung selalu berhasil meredam. Justru, Won Ahjunglah yang bisa Yisoo biarkan mengomel panjang lebar atau bahkan memarahi Yisoo apabila dirinya berbuat salah. Ahjung mengenai Yisoo sebagai teman satu kelompok saat orientasi. Keduanya berakhir selalu berada di kelas yang sama dan memiliki kelompok pertemanan sejumlah sembilan orang. Hingga saat ini, hanya Ahjung yang masih berhubungan dekat dengan Yisoo. Clique itu berkurang jumlahnya perkara Yisoo yang mengencani Sang Bae. Lee Saeyeon menyukai Sang Bae terlebih dahulu memang. Ia membenci Yisoo habis-habisan setelah mengetahui justru sahabatnya ini yang berakhir mendapatkan Sang Bae. Lee Saeyeon dan Kwon Nakyung mengangkat bendera perang hingga masa akhir sekolah. Perlahan, hubungan masing-masing terkikis hingga hanya menyisakan Yisoo dan Ahjung.

Yisoo dan Sang Bae adalah salah satu dari beberapa pasangan di sekolah mereka yang bersama karena berada di kelas yang sama. Yisoo menyukai dirinya yang tidak perlu menjaga citra tertentu dalam dirinya dengan Sang Bae. Kendati pada awalnya hubungan mereka mengalami banyak masalah, termasuk apa yang terjadi dengan Lee Saeyeon, keduanya tetap bersama hingga lulus (tanpa disangka). Yisoo yang menganggap Yijung sebagai panutan pun sudah menargetkan UCLA selama dirinya menempuh sekolah menengah. Diterima oleh Departemen Ilmu Komunikasi untuk menjalani studi sarjananya, Yisoo meyakinkan Sang Bae bahwa mereka pasti akan bisa menghadapi hubungan jarak jauh. Dalam hati, Yisoo bergumul dengan kesedihan untuk akhirnya berpisah dengan lelaki itu setelah tiga tahun selalu bersama.

Yongchul pernah berkata bahwa bila Yisoo menyimpan suatu perasaan untuk diri sendiri, perasaan itu akan meledak pada akhirnya. Benar saja, hari kedua Yisoo tinggal di UCLA, Yisoo menelepon Sang Bae. Air mata jatuh deras dan dia sesenggukan di depan layar Skype. Yisoo terkadang memiliki gengsi tinggi untuk tidak menunjukkan dirinya sedih atau membutuhkan orang lain. Alih-alih memaparkan apa yang dia rasakan, Yisoo justru berkata, "Kesini sekarang. Kalau kamu tidak mau pergi kemari hari ini juga, kita putus," dan sambungan telepon diputus.

... Dan mereka benar-benar putus.

"LDR sucks," katanya. Yisoo tahu dirinya tidak mungkin kembali ke Korea Selatan dan membatalkan pendidikannya di Los Angeles. Demikian halnya dengan Sang Bae. Yisoo tahu hal ini hanya akan semakin memburuk. Maka sebelum hal itu terjadi, Yisoo memutuskan untuk benar-benar menyeriusi perkataannya kala itu. Semua upaya interaksi yang dibangun oleh Sang Bae ia hancurkan. Fokusnya hanya untuk studi.

Sejak tidak lagi bersama Sang Bae, Yisoo merasa ada lubang besar dalam hari-harinya. Kali ini, tentang Sang Bae dan bukan tentang Sang Bae. Tentang Sang Bae, itu adalah hal wajar. Perpisahan itu memang buruk. Sementara itu, ini bukan juga hanya tentang Sang Bae. Yisoo menyukai interaksi dengan manusia. Selama bersama Sang Bae dan memiliki Ahjung di dekatnya, Yisoo tidak pernah merasa kekurangan interaksi dalam keseharian. Juga, kedua orang tuanya pun senang mendiskusikan dengan Yisoo. Maka, ketika seluruh sosok itu tidak ada di dekatnya, Yisoo mulai merasa dirinya harus memenuhi kebutuhannya sendiri.

Sejak saat itulah, Sohn Yisoo menjadi sosok yang aktif mengajak bicara siapapun. Hal ini membuat Yisoo dekat dengan para senior dan selalu mendapat informasi apapun dengan cepat, termasuk dengan informasi magang yang saat itu diberikan oleh salah seorang senior. Leo Burnett Chicago, katanya, sedang mencari Account Associate yang akan mengalami masa magang selama 3 bulan dan masa percobaan selama 3 bulan sebelum kemudian diangkat secara tetap menjadi Account Executive. Kesempatan tidak datang dua kali dan Yisoo tidak berniat membuang kesempatan besar seperti itu sia-sia. Yisoo pun mulai terikat dengan Leo Burnett kemudian.

Hidup sendiri di kota baru bukan hal mudah, memang. Yisoo memang tidak keberatan untuk memulai membangun hubungan dengan orang-orang baru di kota itu, hanya saja pada bulan ketiga Yisoo diangkat menjadi pekerja tetap sebagai Account Executive, Yisoo mulai merindukan Korea Selatan. Ditambah, Yijung dan Yongchul hanya memiliki satu anak. Yisoo pikir, tidak ada orang tua yang ingin menjadi jauh dengan anaknya. Maka, Yisoo meminta mutasi ke kantor cabang Korea Selatan.

Permintaan Yisoo dikabulkan. Sebulan kemudian, Yisoo telah mengurus kepindahannya kembali ke Korea Selatan. Yisoo memilih untuk tinggal di sebuah apartemen dekat kantor, karena kantor Leo Burnett cukup jauh dari rumah orang tuanya. Hanya saja, Yisoo bisa dengan mudah mengunjungi orang tuanya saat libur.

Kepindahan kantor Leo Burnett ke Gangnam adalah rencana paling baik untuk disongsong pada tahun 2019. Sejak pertengahan 2018, kabar telah terdengar tetapi tidak juga dipastikan. Kepindahan itu menjadi nyata dan Yisoo adalah satu dari banyak pekerja yang antusias untuk tinggal di Gangnam. Semenjak berdiri menjadi kota sendiri, banyak hal yang terjadi di kota itu. Baik kemajuan maupun intrik.

Kantor Leo Burnett di Gangnam berukuran dua kali lebih luas dan lebih besar dibandingkan kantor lama. Ini berita yang berkali lipat lebih menyenangkan. Sayangnya, sebulan terakhir Yisoo mendapati bahwa tetangga apartemennya adalah seorang pria cabul yang pernah hampir berusaha melecehkan Yisoo di lift. Beruntung, seseorang melihat kejadian itu dan berhasil menyelamatkan Yisoo.

Sejak saat itu, Yisoo mencari tempat untuk pindah, tanpa memberi tahu Yijung dan Yongchul. Mereka bisa marah besar apabila mengetahui anak gadisnya dilukai. Yisoo mengontak beberapa agen rumah sekaligus, agar mendapat hasil lebih cepat. Hingga akhirnya, Yisoo menemukan sebuah rumah yang disewakan dengan harga cukup murah untuk kawasan Cheongdam-dong dengan fasilitas lengkap. Tidak banyak berpikir, usai survei Yisoo membayar sewa rumah itu untuk tiga bulan sekaligus (meski tidak ada ketentuan untuk membayar beberapa bulan di awal). Yisoo berharap rumah itu tidak akan membawa petaka, seperti apartemen sebelumnya.

❯

Extrovert
Active
Enthusiastic
Persuasive
Whimsical
Positive

Agressive
Stubborn
Tempestuous
Grumpy
Ambitious
Insensitive

Please note that some traits may only appear when she is with her close relative.

❯

1.
"Sohn Yisoo is always busy". Well, that is a distorted truth. Her workmates know that she is not that busy yet she always keeps herself busy. She is rarely seen at her desk. Yes, most of the time she has meeting with clients (or soon-to-be clients) or creative/media team to discuss before meeting the client. But, she doesn't like sitting down at her desk, facing her Macbook and being an actual robot. When she doesn't have any task to do, she prefers talking with her workmates or going to cafe simply to talk with random strangers (this applies to when she has work to be done with computer).

2.
Yisoo never calls her parent with Mom-Dad or μ•„λΉ -μ—„λ§ˆ. She calls them with their name; Yijung & Yongchul. She is accustomed to doing so since she was baby. When Yijung was pregnant with Yisoo, she met a 3 years old kid who didn't remember his parents' name. Yijung didn't want that to happen with her child.

3.
She always picks up her call with, "Hello! It's Sohn Yisoo from Leo Burnett." She rarely checks the caller name during work hours.

4.
Her workmates are cautious of her. Whenever Yisoo roams around the office, she starts talking with someone and usually, the conversation lasts long. The thing is they are unable to finish their work or sometimes they are pushed to be productive because of Yisoo's idea on their work. Some people find that annoying and yet couldn't ignore her.

5.
Her parents stay at Gwanakgu. Yijung still takes subway and sometimes drives to work but when she comes home too late, she stays in Yisoo's house for the night. This explains why Yisoo's wardrobe isn't only occupied by her clothes only and she has two pairs of toiletry in her bathroom.

6.
A morning person. She loves to take her time indulging morning breeze with a cup of peppermint or chamomile tea before going to work. Yet unfortunately, morning work out is not her cup of tea (although her mom nags a lot about this).

7.
She loves succulents and has many of it in her house.

✧

Prior understanding & roleplaying guide

1.
FICTITIOUS. Leo Burnett exists in real life, but the Leo Burnett mentioned in this page and gna_seola is for roleplaying purpose only. Sohn Yisoo is NOT real Leo Burnett employee.

2.
Leo Burnett is a leading global advertising agency. It is one of the best advertising agency since the beginning era of advertising, beside Ogilvy, Dentsu, BBDO, McCann, Havas, Saatchi & Saatchi, etc. This fact is used by #DC to write as it is.

3.
Leo Burnett has its Korea office but the real office in Junggu district and not in Gangnam. For Yisoo's development, the office was moved to Gangnam in early 2019.

4.
Leo Burnett has several clients and recorded on its official page. #DC uses this information as basic data of Leo Burnett but in its development, some clients might be added based on relation agreement #DC gets in Gangnam City with her agency-mates.

❯

International

Korea
Located in Gangnam CBD

✧